Sunday, 23 November 2014

TEKNIK BERTEMPUR DENGAN JIN



Assalamu’alaikum wwt.

Manusia umumnya takut kepada jin. Dalam kalangan bangsa Melayu, biasanya jin itu dipanggil hantu. Ada berbagai-bagai nama panggilan jin atau hantu itu seperti hantu raya, pocong, pelesit, pontianak, jin tanah, jin air dan sebagainya.  Jin itu digambarkan sebagai makhluk yang menakutkan dan boleh memudharatkan manusia. Benarkah begitu? 



Info pada kali ini adalah berkaitan dengan beberapa peristiwa tentang tindak tanduk jin yang mengganggu manusia. Tahap gangguan jin terhadap manusia tidak mengira sesiapa hatta sehingga kepada Rasulullah saw sendiripun diganggu. Apatah lagi kita  sebagai manusia biasa, pasti tidak terlepas daripada gangguan jin. Namun begitu, peristiwa jin mengganggu Rasulullah saw dan beberapa orang sahabat baginda sebenarnya mengajak kita berfikir dan mengambil iktibar akan tipu daya jin dan bagaimana untuk mengalahkan jin tersebut..



Ikuti seterusnya.....



1. KISAH PERTEMPURAN RASULULLAH DENGAN JIN

Kisah Baginda Bertempur dengan Jin ketika Israk Mikraj

Ketika  baginda Rasulullah bersama Malaikat Jibrail dalam peristiwa Israk dan Mikraj dengan mengendarai Buraq, tiba-tiba Rasulullah melihat Ifrit dari bangsa Jin yang mengejar baginda dengan semburan (energi) api, setiap baginda menoleh, baginda melihat Ifrit itu terbang mengekori untuk membinasakan Nabi dengan terus-menerus menyemburkan (energi) Api dari peralatan obor yang dibawah Jin Ifrit itu. Kemudian Jibril berkata: "Tidakkah aku ajarkan kepada anda beberapa kalimat, jika anda baca maka akan memadamkan apinya dan terbalik kepada wajahnya lalu dia binasa (hancur lebur)?" Kemudian Jibril AS memberitahukan doa tersebut kepada Rasulullah.

Doanya (kalimat sempurna/sakti):


 
Maksud : Aku berlindung dengan wajah Allah yang Maha Mulia dan dengan Kalimat-Kalimat Allah yang Sempurna yang tidak ada “melampauinya” segala kebaikan mahupun keburukan dari kejahatan apa yang masuk ke dalam bumi  dan apa yang keluar darinya dan dari kejahatan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan dari kejahatan fitnah di malam dan siang  hari dan dari kejahatan jalan-jalan  dimalam dan siang hari, kecuali suatu jalan yang dilalui dengan kebaikan, wahai yang Maha Penyayang.

Setelah Nabi Muhammad saw. membaca doa tersebut, maka jin Ifrit yang mengejar beliau jatuh tersungkur lalu binasa dan obornya padam.(HR. Bukhari)

Kesimpulan yang dapat diambil dari kisah ini adalah
  •  Jin dapat terbang 
  •  Jin  mempunyai teknologi canggih di alamnya (Obor yang boleh menyemburkan api yang dapat membakar tubuh manusia) 
  •  Jibril menjadi ‘Guide’ Rasulullah yang mendampingi beliau lalu memberikan petunjuk dan arahan pada Baginda Nabi ketika bertempur dengan Jin Ifrit 
  •  Doa dapat menjadi senjata untuk menghancurkan jin

Rasulullah bertempur dengan jin ketika Sholat

"Sesungguhnya syaitan merintangiku dan berbuat kasar kepadaku untuk mengganggu solatku, namun aku diberi kekuatan oleh Allah untuk mengalahkannya hingga aku pun mencekiknya. Sungguh muncul dalam diriku keinginan untuk mengikatnya pada salah satu tiang di masjid hingga pagi agar kamu dapat menyaksikannya. Namun tiba-tiba aku teringat ucapan saudaraku, Sulaman, "Ya Tuhanku ampunilah aku dan berikanlah aku kerajaan yang tak layak buat seorangpun sesudahku" (QS Shad:35, Sy). Maka Allah pun menolaknya dalam kehinaan ". (HR Al Bukhari dan Muslim. Lihat shahih Al Bukhori Juz 1 Halaman 209 dan shahih Muslim Juz 1 Halaman 242)

An-Nasa`i meriwayatkan atas syarat (perawi) al-Bukhari, dari Aisyah radhiyallahu 'anha: 'Sesungguhnya Nabi  shalat, lalu syaitan datang, maka baginda memegangnya, menjatuhkannya, lalu mencekiknya. Rasulullah saw. bersabda: (maksudnya)
'Hingga aku merasakan dingin air liurnya di atas tanganku. Kalau bukan kerana doa nabi Sulaiman  niscaya ia tetap diikat hingga orang-orang melihatnya.'[1] Dan diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud dari hadits Abu Sa'id t, dan padanya: 'Aku menurunkan tanganku, aku tetap mencekiknya hingga aku merasakan dingin air liurnya di antara dua jemariku ini yaitu jempol/ibu jari dan yang di sampingnya (telunjuk).'

"Rasulullah SAW berdiri melakukan shalat lalu kami dengar beliau mengatakan "Aku berlindung kepada Allah darimu". Setelah itu beliau mengatakan: "Aku melaknat kamu dengan laknat Allah" sebanyak tiga kali seraya menjulurkan tangannya seakan akan beliau menggapai sesuatu. Ketika beliau telah selesai shalat, kami bertanya: "Ya Rasulullah, tadi kami mendengar engkau mengucapkan kata - kata yang belum pernah kami dengar dari engkau mengucapkan itu sebelumnya dan kami pun melihat engkau mengulurkan tanganmu". Rasullullah SAW bersabda: "Sesungguhnya musuh Allah, iblis datang membawa obor api hendak diletakkan diwajahku, lalu aku berkata: "Aku laknat engkau dengan laknat Allah yang sempurna". maka iblispun mundur sebanyak tiga langkah. Aku bermaksud menangkapnya. Demi Allah sekiranya bukan karena doa saudaraku Sulaiman, niscaya pagi harinya ia benar - benar terikat dan dapat dijadikan mainan anak - anak Madinah". (HR Muslim Juz 1 Halaman 244)

Kesimpulan yang dapat diambil dari kisah ini adalah :
  • Jin dapat mengganggu manusia ketika solat 
  •  Jin dapat dikalahkan dalam pertempuran jarak dekat 
  •  Jin dapat disakiti / dicekik 
  •  Air liur Jin itu dingin 
  •  Sahabat Nabi tidak melihat bahawa Baginda sedang berkelahi dengan jin (jinnya berbentuk ghoib) maka manusia boleh menyakiti jin walaupun jin berwujud ghoib. 
  • Iblis dapat membakar manusia dengan energi api 
  •  Doa ruqyah yang dibacakan dapat membuat Iblis mundur dan terkalahkan. 
  •  Jin dapat diikat dan dapat dilihat manusia hingga dapat menjadi mainan anak-anak Madinah

2. KISAH PERTEMPURAN SAHABAT DENGAN JIN

Ubay bin Kaab dan Abu Hurairah menangkap  Jin pencuri

Dari Ubay bin Kaab RA, dahulu mereka memiliki suatu wadah atau bekas tempat mengeringkan kurma. Di dalam wadah itu terdapat biji kurma. Pada suatu hari mereka mendapati jumlah kurma di dalamnya berkurang. Maka pada suatu malam mereka menjaganya dan tiba-tiba ada suatu makhluk seperti seorang anak yang berumur baligh. Lalu akupun memberinya salam dan ia menjawabnya. Aku berkata, “Engkau manusia atau jin?” Makhluk itu menjawab, “Jin.” Aku berkata“ Perlihatkanlah tanganmu!” Ternyata tangan itu adalah tangan anjing dan rambutnyapun rambut anjing. Aku berkata, “Beginikah bentuk jin?” Jin itu menjawab, “Engkau telah mengenal bentuk jin,tetapi diantara mereka ada lagi yang lebih menakutkan dariku.”Aku bertanya, “Mengapa engkau mencuri?” Jin itu menjawab, “Aku mendengar bahwa engkau adalah orang yang gemar bersedekah, karena itu, aku ingin mendapatkan sebahagian dari makananmu.” Aku bertanya, “Apa yang dapat menghalangi kalian (golongan jin) dari mengganggu kami?” Jin itu menjawab, “Ayat Kursi.” Setelah itu, akupun meninggalkannya, dan keesokan harinya aku mendatangi Rasulullah SAW dan menceritakan perihal tersebut. Lalu beliau Rasul bersabda, “Makhluk buruk berkata benar”. (HR Ibnu Hibban)

Sahabat Nabi saw., Abu Hurairah as., menceritakan bahwa beliau ditugaskan oleh Rasulullah saw untuk menjaga zakat pada bulan Ramadan. Pada suatu malam, ia kedatangan seorang yang merangkak untuk mengambil makanan. Abu Hurairah menangkapnya sambil berkata, "Demi Allah, engkau pasti kubawa kepada Rasulullah saw." Yang ditangkap itu berkata, "Aku perlu dan aku mempunyai anak-anak (keluarga)." Maka, Abu Hurairah melepaskannya. Peristiwa serupa terulang, dan pada malam ketiganya Abu Hurairah berkeras membawanya kepada Rasulullah saw. Yang ditangkap itu mengimbau sambil mengajarkan kepada Abu Hurairah agar membaca ayat Kursi sebelum tidur supaya terpelihara dari gangguan syaitan. Keesokan harinya Nabi saw. bertanya kepada Abu Hurairah apa yang dialaminya semalam, dan setelah dijelaskannya, Nabi saw. bersabda, "Sesungguhnya ia telah berucap benar kepadamu, walau sebenarnya dia pembohong. Tahukah engkau siapa yang engkau ajak berbicara sejak tiga malam?" "Tidak!" (jawab Abu Hurairah). Sabda Nabi saw., "Itulah syaitan."

Kesimpulan yang dapat diambil dari kisah ini adalah :
  • Jin dapat ditangkap 
  •  Jin dapat menjadi pencuri di alam manusia 
  • Wujud jin sangat jelek (tangannya seperti anjing dan rambutnyapun seperti rambut anjing) 
  •  Ayat Kursi bisa mengusir jin.

Khalid bin Walid membunuh Jin Uzza

Dari Abu Al-Thufail, beliau bercerita, “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menaklukkan kota Mekah, beliau mengutus Khalid bin al Walid ke daerah Nakhlah, tempat keberadaan berhala ‘Uzza. Akhirnya Khalid mendatangi ‘Uzza, dan ternyata ‘Uzza adalah tiga buah pohon Samurah. Khalid pun lantas menebang ketiga buah pohon tersebut. Ketiga buah pohon tersebut terletak di dalam sebuah rumah. Khalid pun menghancurkan bangunan rumah tersebut. Setelah itu Khalid menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan melaporkan apa yang telah dia kerjakan. Komentar Nabi, ‘Kembalilah karena engkau belum berbuat apa-apa.’ Akhirnya kembali. Tatkala para juru kunci ‘Uzza melihat kedatangan Khalid, mereka menatap ke arah gunung yang ada di dekat lokasi sambil berteriak, “Wahai ‘Uzza. Wahai ‘Uzza.” Khalid akhirnya mendatangi puncak gunung, ternyata ‘Uzza itu berbentuk perempuan telanjang yang mengurai rambutnya. Dia ketika itu sedang menuangkan debu ke atas kepalanya dengan menggunakan kedua telapak tangannya. Khalid pun menyabetkan pedang ke arah jin perempuan ‘Uzza sehingga berhasil membunuhnya. Setelah itu Khalid kembali menemui Nabi dan melaporkan apa yang telah dia kerjakan. Komentar Nabi, “Nah, itu baru ‘Uzza.” (HR. An-Nasa’I, Sunan Kubro no. 11547, jilid 6 hal. 474, terbitan Darul Kutub Ilmiyyah Beirut, cetakan pertama 1411 H.)

Kesimpulan yang dapat diambil dari kisah ini adalah :
  • Tuhan-tuhan yang disembah selain Allah adalah Jin 
  • Pohon-pohon yang dikeramatkan itu tempat tinggal jin 
  • Jin ada yang berjenis kelamin perempuan 
  • Manusia bisa membunuh jin dengan pedang

Ammar bin Yasir berkelahi dengan jin lalu membunuhnya

Al-imam Baihaqy meriwayatkan sebuah hadits dari al-Hasan, bahwasanya 'Ammar bin Yasir berkata,"Aku ikut bersama Rasulullah saw pernah memerangi jin dan manusia." Seseorang bertanya kepadanya tentang memerangi jin, dan 'Ammar bin Yasir menjawab,"Rasulullah saw mengirimku ke suatu sumur tempat beliau saw mengambil air. Lalu aku MELIHAT SYAITAN DALAM BENTUKNYA. Dia menyerangku dan akupun menyerangnya, sehingga kami terlibat dlm pergulatan. Suatu saat aku menghantam hidungnya dengan batu sekepalan tangan yang kutemukan.

" Nabi saw mengatakan,"Ammar bertemu dengan setan di sumur, dan dia membunuhnya." Ketika aku kembali, Rasulullah saw bertanya kepadaku, dan akupun menceritakan apa yang kualami. Saat itu Abu Hurairah ra berkata,"Ammar bin Yasir mendapat pahala dari Allah dengan mengalahkan setan menurut ucapan Rasulullah saw."

Kesimpulan yang dapat diambil dari kisah ini adalah :
  • Jin akan terluka jika dipukul dengan benda-benda alam manusia 
  •  Jin boleh mati terbunuh oleh manusia 
  • Manusia bisa melihat jin pada keadaan tertentu.

KESIMPULAN

Umumnya kita takut kepada jin (syaitan) yang menampakkan  diri. Padahal pada saat jin itu menampakan diri adalah saat ia dalam posisi lemah. Kenapa? Kerana jin itu mahluk ghaib yang tidak terlihat mata. Pada saat ia menampakan diri pada manusia maka berlakulah hukum alam nyata (non ghaib) iaitu jika di pukul sakit, malah boleh dibunuh.

Contoh hadis diatas banyak menceritakan kisah pergelutan sahabat dengan jin yang membuktikan bahawa saat jin menampakan diri adalah saat terlemah dia. Kisah-kisah itu antara lain, Umar bin khatab yang mengalahkan jin dalam suatu pergelutan. Kisah ini diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud. Abu Hurairah pernah pernah bergelut dan memukul jin yang mencuri kurma (HR Bukhari).

Abu Ayub al-Anshari  juga pernah menangkap jin yang awalnya berbentuk kucing. kisah ini di riwayatkan Ath Thabrani. Bahkan salah seorang pemuda sahabat nabi dapat membunuh jin yang berbentuk ular (HR Muslim).

Pertanyaannya adalah Jika jin dapat dikalahkan bahkan dibunuh ketika mereka menampakkan diri maka apakah para sahabat nabi itu dapat menangkap atau membunuh jin jika si jin itu tidak menampakan diri? Jawabannya tentu saja ya kerana walau mereka tidak dapat melihat jin saat ada di alamnya tetap dapat dikalahkan bahkan dibakar dengan ayat-ayat Allah. Selain itu walaupun jin sedang berwujud ghoib tetaplah dapat disakiti oleh benda-benda di alam manusia. Sudah mahsyur diketahui oleh para ulama bahawa jin dapat tersakiti oleh air panas, batu yang dilemparkan yang tanpa sengaja terkena jin, kita tanpa sangaja menduduki jin, mengencingi jin, ketika jin tersebut berwujud ghoib (tidak terlihat mata manusia).

Selain itu jin juga dapat kita hancurkan dan disakiti walaupun jin tersebut sangat jauh berada dari tubuh kita, sebagaimana Rasul mengalahkan jin yang mengejar baginda dari jarak jauh dengan kalimah Tammah/sakti yang diajarkan Jibril AS.

Sekian sahaja perkongsian pada kali ini...saya berharap akan ada keberanian dalam diri setiap manusia untuk menentang dan menangkis setiap kejahatan jin yang berwujud ghaib. Pasti dengan izin Allah makhluk jin yang jahat dapat dikalahkan asalkan kita mempunyai ilmu dan keberanian.

Sumber asal:

Post a Comment